Kilauan intan berkelip-kelip di langit tinggi Dan cahaya menari-nari di langit biru Tidaklah dapat menenangkan perasaanku Yang rindukan kehadiran kasih
Gemersik irama merdu buluh perindu Dan nyanyian pari-pari dari kayangan Tidaklah dapat tenteramkan sanubari Yang mendambakan kepastian kasihmu
Rela lepaskan segala-gala yang ku ada Andai itu yang kau hajatkan
Rela terima apapun syaratnya dan dugaan Untuk ku buktikan cintaku
Asalkan dapat ku mengubati hatiku yang cedera ditumpaskan cinta
Asalkan dapat ku menundukkan amukan gelora jiwa Yang menagih kasih
Yang halus yang tulus Yang mulus yang kudus
Semoga malamku tidak lagi jadi medan airmata Menusuk segenap kalbuku
Dilafazkan sekurang-kurang setiap kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah di rakaat pertama solat...
"...Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah pentadbir sekalian alam.."
Sang Pencinta - M. Nasir
Menanti satu detik pandangan magis mu Cukup untuk meredakan rindu duniawi Segala dugaan dan pesona Menjadi irama indah Kesakitan ragaku Berlalu pergi Tiada bererti
Pada Mu jua Tertuju segala jalan Pada Mu jua Cinta ku serahkan Kerna hati seorang pencinta Pandangannya satu Matanya hanya melihat Dia Yang melihatnya Hanya Dia kekasihnya
Sang Pencinta… Hanya Dia merasa Semangat sebuah pengorbanan Sang Pencinta… Hanya Dia mengerti Persoalan percintaan ini Cinta ini Rela menderita Agar rindu batinnya terubat
Mengenang Dia Cinta yang dipuja Mengenang Dia Cinta yang diredha Hanya Dia Mengenang Dia Hanya Dia
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.
And to Allah belong the east and the west, so wherever you turn (yourselves or your faces) there is the Face of Allah(and He is High above, over His Throne). Surely! Allah is All-Sufficient for His creatures' needs, All-Knowing.
Kasih Ku Pinjam Wajah Mu - Teacher's Pet
Kemana jua aku mengarah
Pandangan ku menggambarkan wajahMu
Oh! Kasihku dilangit tinggi
Di lautan yang sedang menari
Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahMu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan
Kasih wajah kau ku jadikan
Azimat penguat semangat
Bisaku gagahi cabaran yang datang
Kasihku harap kau sudi maafkan aku yang meminjam
WajahMu mengisi kekosongan hati
Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Ke dasar cinta yang tak bertepi
Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahMu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan
Kasih wajah kau ku jadikan penyuluh
Pabila malam gelap menyelimuti
Kembara ku menjejak bahagia
Dengan bayang malam ditindih malam
Memerah ke titis akhir ketulusanku
Diriku yg semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar cinta yang tak bertepi
Kasih ku pinjam wajahMu
Cerita tentang persoalan yang akan ditanya ...
"Ma Rabbuka.."
Ada yang berhujah, "Siapa Tuhan kamu?" dan ada juga yang memberi hujah, "Apa Tuhan kamu?" Apa ini salah satu di antaranya?
Di dalam hati, ruangnya hanya buat Kekasih, tiada ruang buat yang lain. Seperti dendangan Sang Pencinta, "Pada Mu juaCinta ku serahkan", seiring dengan akuan setiap kali solat, "sesungguhnya hidupku dan matikuhanya untuk Mu".
"Ma Rabukka", adakah yang lain bertahta di hati?
KEPADA MU KEKASIH
KepadaMu Kekasih
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali
KepadaMu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerimaku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri
Hanya padaMu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu
KepadaMu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerimaku
Dalam keadaan begini