Showing posts with label Jamal Abdillah. Show all posts
Showing posts with label Jamal Abdillah. Show all posts

Friday, January 22, 2016

Ghazal untuk Rabiah




M. Nasir & Jamal Abdillah
Ghazal Untuk Rabiah


Kilauan intan berkelip-kelip di langit tinggi
Dan cahaya menari-nari di langit biru
Tidaklah dapat menenangkan perasaanku
Yang rindukan kehadiran kasih

Gemersik irama merdu buluh perindu
Dan nyanyian pari-pari dari kayangan
Tidaklah dapat tenteramkan sanubari
Yang mendambakan kepastian kasihmu

Rela lepaskan segala-gala yang ku ada
Andai itu yang kau hajatkan

Rela terima apapun syaratnya dan dugaan
Untuk ku buktikan cintaku

Asalkan dapat ku mengubati hatiku yang cedera
ditumpaskan cinta

Asalkan dapat ku menundukkan amukan gelora jiwa
Yang menagih kasih

Yang halus yang tulus
Yang mulus yang kudus

Semoga malamku tidak lagi jadi medan airmata
Menusuk segenap kalbuku

Tuesday, May 11, 2010

Maksud ku

Dilafazkan sekurang-kurang setiap kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah di rakaat pertama solat...
"...Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah pentadbir sekalian alam.."



Sang Pencinta - M. Nasir

Menanti satu detik pandangan magis mu
Cukup untuk meredakan rindu duniawi
Segala dugaan dan pesona
Menjadi irama indah
Kesakitan ragaku
Berlalu pergi Tiada bererti

Pada Mu jua Tertuju segala jalan
Pada Mu jua Cinta ku serahkan
Kerna hati seorang pencinta
Pandangannya satu
Matanya hanya melihat Dia
Yang melihatnya Hanya Dia kekasihnya

Sang Pencinta… Hanya Dia merasa
Semangat sebuah pengorbanan
Sang Pencinta… Hanya Dia mengerti
Persoalan percintaan ini
Cinta ini Rela menderita
Agar rindu batinnya terubat
Mengenang Dia Cinta yang dipuja
Mengenang Dia Cinta yang diredha
Hanya Dia Mengenang Dia Hanya Dia


(  سورة البقرة  , Al-Baqara, Surah 2, Ayat 115)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.  

(  سورة البقرة  , Al-Baqara, Chapter 2, Verse 115)
And to Allah belong the east and the west, so wherever you turn (yourselves or your faces) there is the Face of Allah (and He is High above, over His Throne). Surely! Allah is All-Sufficient for His creatures' needs, All-Knowing.


Kasih Ku Pinjam Wajah Mu - Teacher's Pet

Kemana jua aku mengarah
Pandangan ku menggambarkan wajahMu
Oh! Kasihku dilangit tinggi
Di lautan yang sedang menari

Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahMu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan

Kasih wajah kau ku jadikan
Azimat penguat semangat
Bisaku gagahi cabaran yang datang
Kasihku harap kau sudi maafkan aku yang meminjam
WajahMu mengisi kekosongan hati

Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Ke dasar cinta yang tak bertepi

Biarpun aku memejam mata
Pandangan masih menggambar wajahMu
Berseri dicermin hati
Di taman impian yang kuimpikan

Kasih wajah kau ku jadikan penyuluh
Pabila malam gelap menyelimuti
Kembara ku menjejak bahagia
Dengan bayang malam ditindih malam
Memerah ke titis akhir ketulusanku

Diriku yg semakin tenggelam
Kedasar sepi yang tak bertepi
Diriku yang semakin tenggelam
Kedasar cinta yang tak bertepi
Kasih ku pinjam wajahMu


Cerita tentang persoalan yang akan ditanya ...

"Ma Rabbuka.."

Ada yang berhujah, "Siapa Tuhan kamu?" dan ada juga yang memberi hujah, "Apa Tuhan kamu?" Apa ini salah satu di antaranya?

Di dalam hati,  ruangnya hanya buat Kekasih, tiada ruang buat yang lain. Seperti dendangan Sang Pencinta, "Pada Mu jua Cinta ku serahkan", seiring dengan akuan setiap kali solat,  "sesungguhnya hidupku dan matiku hanya untuk Mu".

"Ma Rabukka", adakah yang lain bertahta di hati?

KEPADA MU KEKASIH

KepadaMu Kekasih
Aku berserah
Kerana ku tahu Kau lebih mengerti
Apa yang terlukis di cermin wajahku ini
Apa yang tersirat di hati
Bersama amali

KepadaMu Kekasih
Aku bertanya
Apakah Kau akan menerimaku kembali
Atau harus menghitung lagi
Segala jasa dan bakti
Atau harus mencampakku ke sisi
Tanpa harga diri

Hanya padaMu Kekasih
Aku tinggalkan
Jawapan yang belum ku temukan
Yang bakal aku nantikan
Bila malam menjemputku lena beradu

KepadaMu Kekasih
Aku serahkan
Jiwa dan raga
Jua segalanya
Apakah Kau akan menerima penyerahan ini
Apakah Kau akan menerimaku
Dalam keadaan begini

Thursday, April 01, 2010

Kekasih

(سورة الحديد   Al-Hadid, Surah 57, Ayat 3)
Dia Yang Pertama dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; Dia mengetahui segala sesuatu.

(سورة الحديد   Al-Hadid, Chapter #57, Verse #3)
He is the First and the Last, the Evident and the Immanent: and He has full knowledge of all things.


Jamal Abdillah
Kekasih
Awal Dan Akhir

Malam menanti siang
Siang menanti malam
Bagai berkurun lamanya
Masa memisahkan kita
Hingga ku terlupa
Pada paras rupa

Malam mencari mimpi
Siang mencari erti
Tersingkap seribu makna
Terucap seribu kata
Terkupaslah... rahsia

Sekian lama berpisah
Akhirnya bertemu
Mengenang dosa
Mengenang rindu
Dan ternyatalah
Cintaku yang satu...

Kau kekasih awal dan akhir
Kau kekasih batin dan zahir
Setelah ku sedari
Cintamu yang abadi

Takku harap takku peduli
Walau bulan jatuh kebumi
Dan hadir bidadari
Tak kumimpikan lagi

Kerana kau lebih mengerti 

Kerana kau lebih ku kasihi


The seeking is from You, as well as the benefit.
Who are we,
You are the First, You are the Last !
(Jalaluddin Rumi)
Related Posts with Thumbnails