Tuesday, April 21, 2020

The End Game


"IF you had everything, what would you want?"


Saturday, April 11, 2020

In Search Of A Master: A Famous Sufi Story


A man went in search of a Master. He was ready to go around the world, but he was determined to find the Master, the true Master, the Perfect Master.

Outside his village he met an old man, a nice fellow, sitting under a tree. He asked the old man, “Have you ever heard in your long life — you look like a wanderer…”

He said, “Yes, I am a wanderer. I wandered all over the earth.”

The man said, “That is the right kind of person. Can you suggest to me where I should go? I want to be a disciple of a Perfect Master.”

The old man suggested a few addresses to him, and the young man thanked him and went on.

After thirty years of wandering around the earth and finding nobody who was exactly fulfilling his expectations, he came back dejected, depressed. The moment he was entering his village he saw the old man who had become very old now, sitting under the tree and suddenly he recognized that he is the Master! He fell at his feet and he said, “Why didn’t you say it to me, that you are the Master?”


The old man said, “But that was not time for you. You could not recognize me. You needed some experience. Wandering around the earth has given you a certain maturity, a certain understanding. Now you can see. Last time you had met me, but you had not seen me. You had missed. You were asking me about some Master. That was enough proof that you could not see me, you could not feel my presence, you could not smell the fragrance. You were utterly blind; hence I gave you some bogus addresses so you could go. But even to be with wrong people is good, because that is how one learns. For thirty years I have been waiting for you here, I have not left this tree.”

In fact the young man, who was not young anymore, looked at the tree and was even more surprised, because in his dreams, in his visions he was always seeing that tree and there was always a feeling that he would find The Master sitting under this tree. Last time he had not seen the tree at all. THE TREE was there, THE MASTER was there, EVERYTHING was ready but HE was not ready.

Friday, October 11, 2019

The Way It Is


There’s a thread you follow.
It goes among things that change.
But it doesn’t change.

People wonder about what you are pursuing.
You have to explain about the thread.
But it is hard for others to see.
While you hold it you can’t get lost.

Tragedies happen;
people get hurt or die;
and you suffer and get old.

Nothing you do can stop time’s unfolding.
You don’t ever let go of the thread.


~ William Stafford ~

Saturday, September 21, 2019

AKU INILAH ALLAH



APA yang terkandung di dalam ‘La ilaha’ ( Tiada Tuhan ) adalah tidak wujud, kosong dan bathil. 

Maka menurut jumhur ulama sufi ini perlu dinafikan. Penafian itu harus dilakukan ketika kita masih bernafas dan hidup di dunia ini.

Samalah seperti seorang yang memilih beriman, kufur atau kafir adalah bermula di dunia ini juga.

Penafian yang baru hendak dilakukan ketika nyawa sudah hampir tamat di kerongkong adalah penafian yang sia-sia. Begitupun segala taubat pada ketika itu tidak akan diterima Allah.

Justeru itu, hargailah anugerah hidup di dunia ini walaupun masanya cuma singkat dan sementara.

Jangan sia-siakan nafas yang keluar dan nafas yang masuk selagi badan dikandung hayat. Nafas yang keluar menjadi puji-pujian bagiNya. Dan nafas yang masuk menjadi Sholat Haqiqi kepadaNya.

Tutupkan sejenak semua pintu masuk pancaindera kecuali kedua lubang pernafasan hidung. Bayangkan diri ini bernyawa tanpa jasad yang menuju jalan yang lurus, tetapi jalan itu hanya ada di dalam diri.

Bagi seorang sufi penafian itu cukup hanya sekali. Penafian itu bukan letaknya di lidah. Jika di lidah, hanya lidah itu sahaja yang dapat menafaatnya. Penafian itu bukan juga di akal. Jika di akal, akal itu sahaja yang dapat menafaatnya dengan sekadar tahu dan faham melalui maklumat.

Tetapi penafian itu haruslah dilakukan dalam penyaksian hati yang di dalamnya ada matahati. Ini dinamakan Syuhud. Dalam matahati itulah adanya Baitullah Yang Haqiqi, Arafah atau Haji bagi orang yang Arifbillah dalam Wuquf bertemu Allah.

Bagi orang awam mungkin penafian itu perlu berkali-kali, kerana penafiannya belum tentu dapat membawanya sampai syuhud mengenal Allah dengan sebenar-benarnya syuhud.

Itsbatul yakin hanya kepada Allah - illalLah. Yang Ujud, Yang Hidup dan Yang Berbuat hanya Allah. Yang menamakan DiriNya Allah itulah sebenar-benar AKU DZAT sebagai hakikat segala yang maujud. AKU DZAT inilah sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Quran:

“Sesungguhnya AKU inilah Allah. Tiada yang Ujud melainkan AKU. Beribadahlah kepadaKu dan dirikanlah sholat untuk mengingati AKU.”
[Q.S. Thaha: 14]

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang AKU, maka katakanlah sesungguhnya AKU dekat.”
[Q.S. Al-Baqarah: 186]

.
Yang Ujud hanya ada satu AKU sahaja. Tidak ada aku yang lain. Malah AKU bukan Cahaya. AKU bukan Ruh. Cahaya, Ruh, Rahsia, Qalbu dan Jasad walaupun dari AKU tetapi bukan AKU yang sejati.

Semua itu adalah manifestasi AKU untuk menampakkan UjudKu. Semua itu adalah tabirKu di antara gelap dan terang selaksa tujuh puluh ribu tabir, termasuklah ibu-bapa yang melahirkan keturunannya juga adalah tabirKu.

Semua tabirKu itu pada hakikatnya adalah kosong, bathil dan persangkaan. Semua tabirKu itu adalah Mi’ratul Hayat (Cermin Hidup) yang di dalamnya adalah gambaran air sungai kehidupan yang berwarna kegelapan.Yang melihat AKU adalah AKU. Yang mengenal AKU adalah AKU. Yang mengingati AKU adalah AKU. Yang memuji AKU adalah AKU. Yang beribadah itu pun AKU.

AKU adalah Al-Haq yang meliputi ciptaanKu dengan QudratKu. Sebelum AKU ingin dikenali AKU adalah suatu perbendaharaan yang tersembunyi dan batin dalam DzatKu Yang Mutlak.

AKU adalah kenyataan BatinKu iaitu HUWA (DIA Dzat) yang bersemadi dalam Ghuyub al-Ghuyub (Ghaib lagi Ghaib tidak diketahui). AKU adalah Yang Tunggal dan Hidup. HidupKu itu Maha Kaya dengan tujuh Sifat Maani tetapi Esa dalam WahdatKu – Ghaib al Ghuyub (SifatKu telah nyata tetapi ghaib dalam BatinKu).

AKU bukan Cahaya tetapi Cahaya ada pada WahdahniyahKu – Ghaib al Ghaib (Namaku telah nyata tetapi semua hakikat benda masih tersembunyi dalam NamaKu).

AKU ibarat minyak yang tersembunyi dan terahsia dalam relung Pelita. Pelita itu adalah Alif yang menyatakan UjudKu. Tiada yang Ujud selain AKU. Pelita yang menzahirkan Cahaya Yang Terpuji (MUMAMMAD). Cahaya Yang Terpuji tersebar melalui Kaca yang terang-gemilang dan itulah RuhKu. RuhKu tampak pada Diri Terdiri, Diri Terperi dan Diri Tajalli seumpama teguhnya Pohon Khuldi yang menumbuhkan Buah Terlarang.

Untuk mengenal Diri yang sebenar Diri itulah AKU yang ada dalam Misykat Sufi. AKU bukan Cahaya, bukan Ruh, bukan Qalbu, bukan Jasad. AKU adalah Haqiqat segala makhluqat. AKU adalah Engkau dan Engkau adalah AKU, tetapi Engkau bukanlah Engkau sendiri. Engkau adalah kosong dan batil yang bernama Manusia!

" Awal agama mengenal ALLAH. Akhir agama mengenal AKU "


Wednesday, September 11, 2019

Dewa 19 - Satu Lirik


https://youtu.be/BEGuas4CRcg

Aku ini adalah dirimu
Cinta ini adalah cintamu

Aku ini adalah dirimu
Jiwa ini adalah jiwamu

Rindu ini adalah rindumu
Darah ini adalah darahmu


Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu kupuja
Wo-u-wo ... ku sebut namamu
Di setiap hembusan napasku
Kusebut namamu
Kusebut namamu

Dengan tanganmu aku menyentuh
Dengan kakimu aku berjalan

Dengan matamu 'ku memandang
Dengan telingamu 'ku mendengar
Dengan lidahmu aku bicara
Dengan hatimu aku merasa

Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu kupuja
Wo-u-wo ... ku sebut namamu
Di setiap hembusan napasku
Kusebut namamu
Kusebut namamu

Tak ada yang lain selain dirimu
Yang selalu kupuja
Wo-u-wo ... ku sebut namamu
Di setiap hembusan napasku
Kusebut namamu
Kusebut namamu




Related Posts with Thumbnails