Friday, January 22, 2016

Ghazal untuk Rabiah




M. Nasir & Jamal Abdillah
Ghazal Untuk Rabiah


Kilauan intan berkelip-kelip di langit tinggi
Dan cahaya menari-nari di langit biru
Tidaklah dapat menenangkan perasaanku
Yang rindukan kehadiran kasih

Gemersik irama merdu buluh perindu
Dan nyanyian pari-pari dari kayangan
Tidaklah dapat tenteramkan sanubari
Yang mendambakan kepastian kasihmu

Rela lepaskan segala-gala yang ku ada
Andai itu yang kau hajatkan

Rela terima apapun syaratnya dan dugaan
Untuk ku buktikan cintaku

Asalkan dapat ku mengubati hatiku yang cedera
ditumpaskan cinta

Asalkan dapat ku menundukkan amukan gelora jiwa
Yang menagih kasih

Yang halus yang tulus
Yang mulus yang kudus

Semoga malamku tidak lagi jadi medan airmata
Menusuk segenap kalbuku

Sunday, January 10, 2016

The truth, nothing but the truth? - dan sanadnya yang begitu...


  Seorang ahli loghat Kelantan menyebut..
"Sigheh mmakae kkambeng
dalam menyampaikan maksudnya kepada seorang yang lain..

Bayangkan.... 
apabila maklumat ini..
hendak disampaikan maksud serta kebenarannya..

penyampaian dari seorang yang memegang hak kebenarannya

apabila sanadnya ..
merentasi lokasi geografi seluas benua....
memakan masa berkurun lamanya..
bertitih lidah dan pendengaran berbilang generasi 
sebegitu ramainya para penyampai serta penerima yang beraksi.. 
pada detik penyampaian di pelbagai perbezaan situasi dan dimensi..

untuk diperturunkan ilmunya pada seseorang yang lain

apakah mungkin yang tersampai maksudnya adalah..
"Sireh makan kambing"

ataupun yang lebih arif akan mengubah dan mengolah..
memutar ayat.. lalu menulis..
 "Kambing makan sireh"?


Jadi apa yang benar, sebenarnya?
What exactly is the Truth?



Sunday, December 27, 2015

Kasih Latifah


Dalam naik turun nafas menjunjung namaMu
Makin asyik, makin jauh dihanyutkan rindu
Tiap saat ketika kudambakan wajahMu


Makin puja, makin cinta menusuk kalbumu
Dalam naik turun nafas menjunjung namamu
Makin asyik, makin jauh dihanyutkan rindu
Tiap saat ketika kudambakan wajahmu
 Makin puja, makin cinta menusuk kalbumu
Dalam naik turun nafas menjunjung namamu
Makin asyik, makin jauh dihanyutkan rindu
Tiap saat ketika kudambakan kasihmu


Janganlah kau seksa diriku yang lemah
Sedangkan kau sedar semua ini
Bukanlah satu permintaanku

Makin puja, makin cinta menusuk kalbumu
Dalam naik turun nafas menjunjung namamu
Makin asyik, makin jauh dihanyutkan rindu
Tiap saat ketika kudambakan jiwamu


Janganlah kau seksa lagi
Diriku yang lemah dan hina ini
Sedangkan kau sedar semua ini
Bukanlah pilihanku
 Aku sanggup cabar sesiapa saja
Yang sempat memandang cahaya kau itu
Dan tidak tergoda (wajahmu)
Tersungkur jatuh (kasihmu)
Menuntut kasih Latifah (jiwamu)


Makin puja, makin cinta menusuk kalbumu
Dalam naik turun nafas menjunjung namamu
Makin asyik, makin jauh dihanyutkan rindu
Tiap saat ketika kudambakan wajahmu
Tiap saat ketika kudambakan kasihmu
Tiap saat ketika kudambakan jiwamu

Saturday, December 12, 2015

To live between your mind and feelings

To live between your mind and feelings
Find your way, check it out
Learn each day
Follow the light, it's not in vain
And you will see I'll touch your feelings




Saturday, December 05, 2015

Wednesday, November 25, 2015

The best place to begin




"It is critical in the current time frame to remain receptive to the divine whispers of the eternal. Those who have defined their cause as one of negativity simply cannot find fertile ground in your thoughts and energy. To remain steadfast in your stance of positiveness can be tedious.

Know that the nature of who you are is a strong one. Nothing can block the natural ebb and flow that emanates from within your heart. There are those who would seek to eradicate the beauty of the soul. Some wish to seed the earth plane with all types of evil. This behaviour has participated for centuries.

Many have attempted destruction, but without cooperation, those who would try will fail. Be steadfast in the belief of who you are. The glow of spirit within cannot be stilled. Allow your deepest thoughts of peace and serenity to come forth.

Stop running the race for a few moments to take in the beauty of the world you wish to create. If it is covered in darkness, shine your brightness upon it. The core of essence of the divine is still there.

A new wave of purity created by the individual is the best place to begin in a cluttered negative space.

Be of good cheer and yes, hopeful. Restructure reality serenely, but with great strength.

Face your inner doubts and disappointments with a fresh outlook. Decide you can make a difference. Nothing can stop you if you stay focused. Calm the fear. Do not get swept away in the mass turmoil.

It is the individual perspective with a state of purity that will conquer the darkness.

Know that you have the strength to reignite the peace and serenity."

~VERONICA


Related Posts with Thumbnails